Susun Policy Brief Gizi, Mahasiswa KKN Tim II Undip Ungkap Mitos "Anak Aktif Pasti Bebas Stunting" di Desa Jambanan

10 Agustus 2026
Administrator
Dibaca 34 Kali
Susun Policy Brief Gizi, Mahasiswa KKN Tim II Undip Ungkap Mitos

JAMBANAN - Mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 menggelar talkshow dan demo masak bertema Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan di Balai Desa Jambanan, Sragen, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendukung program pencegahan stunting yang telah dijalankan Pemerintah Desa Jambanan bersama Kader Posyandu setempat.

Di sela kegiatan tersebut, Rejoice Destiyani, mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro, melakukan survei persepsi kepada para ibu balita yang hadir sebagai bahan penyusunan policy brief edukasi gizi. Survei ini bertujuan menggali lebih dalam persepsi dan hambatan yang dialami ibu balita dalam mengikuti kegiatan edukasi gizi di desa tersebut.

Sebanyak 31 ibu balita peserta talkshow mengisi kuesioner survei persepsi seputar tumbuh kembang anak. Hasilnya cukup mengejutkan: 32,3% responden masih meyakini mitos bahwa anak yang terlihat aktif secara fisik pasti bebas dari masalah stunting. Miskonsepsi ini bahkan menjadi alasan utama keengganan ibu balita menghadiri kegiatan edukasi gizi, dengan persentase mencapai 48,4%.

"Banyak ibu yang menganggap anaknya sudah cukup sehat hanya karena terlihat lincah dan aktif bermain. Padahal, status gizi anak sebenarnya harus dilihat dari indikator pertumbuhan yang objektif, bukan sekadar dari pengamatan visual sehari-hari," ujar Rejoice.

Meski demikian, temuan survei juga menunjukkan sisi positif. Seluruh responden (100%) telah memahami tujuan pelaksanaan PMT Penyuluhan. Selain itu, sebanyak 90,3% ibu balita mengaku tertarik dengan metode demonstrasi masak, sementara 77,4% lebih menyukai pendekatan kelompok kecil atau kunjungan langsung ke rumah (door-to-door) dibandingkan forum ceramah umum yang dinilai kurang interaktif.

Berdasarkan temuan tersebut, disusun lima rekomendasi strategis dalam policy brief, di antaranya penyesuaian materi edukasi dengan penekanan pada alat ukur pertumbuhan objektif, penerapan format hibrida antara forum kelompok kecil dan kunjungan rumah, pengintegrasian demonstrasi masak olahan gizi lokal, penyesuaian jadwal kegiatan sesuai kesepakatan warga, hingga pendampingan personal berkelanjutan bagi ibu balita yang masih resisten terhadap edukasi gizi.

Dokumen policy brief bertajuk "Edukasi Gizi Ibu Balita: Strategi Pendekatan Pelayanan Gizi Desa Berbasis PMT Penyuluhan di Desa Jambanan" ini telah dibagikan kepada Kader Posyandu dan perangkat Desa Jambanan sebagai bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan edukasi gizi ke depan.

Harapannya, rekomendasi dalam policy brief ini tidak hanya menjadi dokumen formalitas, melainkan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan program PMT Penyuluhan berikutnya. Dengan demikian  pendekatan yang lebih personal dan partisipatif dapat menjangkau ibu-ibu yang selama ini enggan mengikuti kegiatan edukasi.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan tumbuh kembang balita di Desa Jambanan, sekaligus mendukung pencapaian target penurunan angka stunting di tingkat desa

(Tim II KKN UNDIP 2026 - Desa Jambanan, Kabupaten Sragen)